Connect with us

Ecommerce Untuk Masa Depan Hidup di Era Digital

Source: Marginalia

Teknologi

Ecommerce Untuk Masa Depan Hidup di Era Digital

Perkembangan dunia teknologi berkembang begitu pesat dan semuanya menuju arah serba digital. Era digital ini membuat manusia memasuki gaya hidup yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang serba digital. Teknologi menjadi alat yang membantu memenuhi kebutuhan manusia. Begitu pentingnya peran teknologi inilah yang mulai membawa peradaban memasuki ke era digital. Rasanya sulit membantah hal ini. Menguatnya teknologi digital juga telah menimbulkan disrupsi dalam berbagai segi kehidupan manusia.

Salah satu contoh dari timbulnya disrupsi adalah penggunaan robot sebagai pengganti karyawan, hal ini sudah banyak di terapkan di tiongkok. Tidak perlu jauh-jauh di negara sebrang Singapura pengunaan robot untuk membantu manusia di bandara sudah diterapkan dan berjalan sangat baik.

Kemajuan Teknologi di Indonesia?

Sudah banyak kemajuan teknologi yang berkembang salah satu contohnya ojek yang awalnya berkembang dan dapat dioperasikan secara manual, kini ojek bukan hanya sekedar ojek biasa. Ojek bisa menghantarkan penumpang,makanan,paket dan lain sebagainya. Mall sekarang bukanlah tempat yang bisa ditemukan di Gedung, Hidup di era digital seperti ini, Mall bisa kita akses hanya menggunakan smartphone, mau beli apa saja tinggal klik barang sampai.

Kemajuan teknologi tersebut, tentunya mengharuskan penguasaan di bidang IT atau digital menjadi suatu keharusan yang mutlak dimiliki oleh masing-masing individu agar tetap dapat survive dalam kehidupan dimasa mendatang.

Sebenarnya Indonesia terlambat dalam mengadopsi teknologi dan komunikasi khususnya internet. Dengan munculnya budaya digital masyarakat sangat cepat menerima perkembangan teknologi tersebut. Saat ini Indonesia sudah menjadi satu dari negara di Asia Tenggara yang perkembangan teknologinya cukup cepat. Hal ini juga tak heran, di Indonesia banyak lahir progamer dan engineer muda.

Sisi positif dan Negatif Era Digital

Selain dari sisi positifnya, ada banyak sekali hal negatif yang dapat ditemukan, tetapi semua itu kembali kepada individu masing-masing bagaimana cara mengelola,menggunakan dan menerapkanya. Sisi yang paling menonjol ketika berbicara soal disrupsi adalah lingkungan sosial, semisal ketika kita berkunjung ke sebuah toko yang tanpa karyawan, disitu sosialisai kita berkurang, yang biasa menanyakan sesuatu kepada karyawan sekarang tidak dan rasanya lingkunganpun menjadi lebih sepi.

Terlepas dari sisi positif dan negatif hidup di era digital ini, kita sebagai individu harus tetap terus berkembang dan dunia internet atau digital harus di kuasai, demi bisa bersaing dengan orang lain. Ketika ketika melamar kerja, tanpa kemampuan dan pengetahuan yang cukup, rasanya sangat sulit bersaing dengan yang lainya, ketika calon karyawan lain sudah memeliki pengetahuan yang cukup tentang internet, sedangkan kita belum tahu apa yang di maksud dengan internet. Dan itu sulit sekali.

Baca Artikel Lainya :

Sama halnya ketika kita berkeinginan menjadi pengusaha, di era digital seperti ini, tidak cukup kemampuan seorang pengusaha memahami teori usaha dalam hal offline saja, pengusaha dituntut untut memahami pasar dan perilaku konsumen dengan produknya. Tanpa digitalisasi dan terlebih usaha yang di jalankan berkaitan dengan kebutuhan pokok, rasanya sangat sulit untuk berkembang.

Tak usah muluk-muluk menjadi pengusaha besar, sebagai contoh UMKM. Ketika seseorang mempunyai usaha konveksi dan berjualan produknya sendiri , mereka tetap dituntut untuk dekat dengan dunia digital, di samping sudah banyaknya usaha serupa, digitalisasi juga membuka peluang pasar yang lebih meluas. Bukan hanya lingkungan sekitar saja, tetapi sampai seluruh pelosok Indonesia. Hal serupa juga tidak menutup kemungkinan untuk masuk kedalam pasar dunia dan mendapatkan konsumen dari luar negeri.

Setiap individu,kelompok,organisasi atau perusahaan bisa melakukanya dan tentu bukan hanya di dalam ruang lingkup konveksi dan pakaian saja, melainkan ruang yang lebih luas. Aksesoris, Sayuran, Jajanan, Tempe, Tahu, Terong, Buku, dll bisa masuk dalam ruang ini.

Apa yang dimaksud dengan ruang lingkup ini?

Ruang lingkup yang dimaksud adalah Ecommerce, E-commerce adalah kegiatan jual beli barang, jasa , transimisi dana atau data melalui jaringan elektronik, terutama internet. Sekarang ini perkembangan perdagangan elektronik berkembang begitu pesat, di Indonesia sendiri sekarang Ecommerce terutama konsep Marketplace semakin memudahkan orang untuk menjual dan membeli barang. Marketplace sendiri adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang dari setiap transaksinya dilindungi oleh perusahaan marketplace tersebut, jadi hal ini kemungkinan penipuan sangat kecil terjadi.

Konsep dasar Ecommerce

Sedangkan untuk konsep dari ecommerce sendiri terbagi menjadi beberapa macam, yaitu Business to Business (B2B), Business to Consumer (B2C), Consumer to Consumer (C2C), Consumer to Business (C2B), Business to Administration (B2A), Consumer to Administration (C2A), Online to Offline (O2O). Lalu apa yang di maksud dari masing-masing konsep tersebut?

  1. Business to Business (B2B)

Business to Business (B2B) adalah model bisnis ecommerce yang transaksinya di lakukan oleh antar perusahan.  Contohnya seperti Alibaba atau jika di Indonesia bisa dicontohkan dengan Rarali.

  1. Business to Consumer (B2C)

Business to Consumer (B2C) adalah model bisnis ecommerce yang transaksinya dilakukan oleh perusahaan dan konsumen akhir. Hal ini biasanya dilakukan atau dapat dicontohkan dengan perdagangan ritel. Yang mempunyai sifat lebih mudah dan dinamis.

  1. Consumer-to-Consumer (C2C)

Consumer-to-Consumer (C2C) adalah model bisnis yang melibatkan individu dengan individu yang biasanya transaksi dapat dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga. Beberapa contoh penerapan bisnis model C2C di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada dll. Dalam model bisnis ini, penjual bisa langsung menjual produknya di platform tersebut dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di masing-masing website.

  1. Consumer to Business (C2B)

Consumer to Business (C2B) adalah model bisnis yang biasanya dilakukan dengan penyediaan layanan yang dilakukan oleh individu untuk perusahaan, model bisnis seperti ini dapat dengan mudah dapat ditemukan di internet, beberapa contohnya seperti pexels,videvo,videezy dll.

  1. Business to Administration (B2A)

Business to Administration (B2A) adalah model ecommerce yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi publik yang  melibatkan banyak layanan. Model bisnis seperti ini dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang cukup tinggi, contoh dari model bisnis seperti ini adalah Allianz,BPJS dll.

  1. Consumer to Administration (C2A)

Consumer to Administration (C2A) adalah model bisnis yang meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan administrasi publik. Hampir sama dengan model bisnis sebelumnya, yang membedakan terletak di individu administrasi publik dan perusahaan administrasi publik.

  1. Online to Offline (O2O)

Online to Offline (O2O) adalah model bisnis dengan cara transaksi yang dilakukan online untuk toko fisik offline yang memang ada keberadaan tokonya. Contoh penerapanya adalah seperti kudo,MatahariMall dll.

Dengan beberapa model ecommerce tersebut, kita bisa membuat bisnis dengan mudah, sesuai dengan kebutuhan dan visi misi kita masing-masing. Kita juga bisa membuat toko online sendiri atau bahkan juga bisa membuat konsep bisnis yang sedang popular saat ini, yaitu marketplace. Namun jika masih belum belum cukup pengetahuan tentang bagaimana membuat toko online sediri, kita bia mulai dari cara yang sederhana yaitu memulai dengan membuat blog.

Blog sendiri berkontribusi besar dalam membangun pengetahuan dan wawasan kita tentang pembuatan toko online atau marketplace, banyak sekali tutorial cara membuat blog yang bisa ditemukan di search engine. Proses pembuatanya pun cukup gampang dan mungkin bisa di mulai dari situ dulu.

Prospek besar bisnis ecommerce

Setelah mengetahui model bisnis dasar ecommerce, sekarang kita pelajari lebih lanjut tentang konsep bisnis yang paling mengiurkan yaitu marketplace atau toko online . Seiring dengan berkembangnya masyarakat digital, saat ini masyarakat sudah dengan mudah menerima bisnis perdagangan dengan digitalisasi. Peluang besar bisnis seperti ini harus bisa di manfaatkan dengan baik.

William Tanuwijaya founder dari tokopedia yang sempat diremehkan oleh orang sekitarnya dan sekarang tokopedia menjadi salah satu dari beberapa marketplace terbesar di Indonesia, berawal dari nol dan jatuh berkali-kali William tetap tegar,tabah dan terus berusaha.

Bukan hanya Marketplace namun kita juga bisa mendirikan toko online sendiri untuk memulai bisnis kita di dunia internet. Tidak perlu hosting yang mahal-mahal, mulailah dengan hosting murah dan belilah domain yang relevan dengan bisnis apa yang akan di jalankan, semuanya bisa di beli di beberapa website penyedia hosting, salah satunya domainesia.

Seperti di awal pembicaraan, semisal kita punya usaha toko pakaian, kita bisa membuat website toko online sendiri dengan menjualnya disana. Tekhnik pengelolaan website yang baik menentukan seberapa besar pengunjung mau membeli produk tersebut. Lalu bagaimana caranya, caranya cukup mudah yaitu dengan mengungulkan satu atau dua produk tertentu dengan tekhnik seo yang bisa di pelajari dan banyak ditemukan di google search. Selain itu hal yang menentukan seberapa besar pembeli datang adalah promosi, disi kita harus pintar dalam pengeolaan kata dan penempatan promosi.

Setelah melihat data diatas, mungkin sudah ada gambaran dimana tempat promosi yang cukup efektif untuk memperkenalkan toko online kita. Setiap kata promosi yang kita ucapkan atau berikan, sangat berpengaruh besar terhadap kemauan orang tersebut ingin tidaknya mengunjungi toko online kita atau bahakn ingin membelinya.

Konsep promosi yang bersifat spam tidak akan mendatangkan satu kunjungan pun dari konsumen. Jadi, bijaklah dalam berpromosi dan gunakanlah sosial media untuk promosi yang relevan, Carilah apa yang dimau konsumen dan berikanlah kepadanya.

Lalu, Bagaimana dengan kalian? Konsep bisnis seperti apa yang akan di terapkan di masa mendatang?

Elfaya adalah platform media online tempat millennials mencari informasi & bertukar fikiran untuk mewujudkan ide dan gagasan yang bermanfaat bagi semua orang

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Teknologi

To Top